Tolong .Tolong
Bagi yg membaca tulisan di atas di mohon agar tidak berfikir negative.
Ikuti ceritanya pada beberapa tahun yang lalu.
Pada suatu hari yang cerah(sebenarnya lagi mendung sih), gue lagi dalam perjalanan ke rumah (myhunnybunnysweetyfruityfrutangrokokrokokrokokpermenpermenyanghausyanghaus) Kiky(17tahun.sohib)yang kebetulan mau ke toko buku deket rumah si Libby. “sebenernya sih bukan bareng,gue ngancem si Kiky buat nganterin ke rumah pacar gue,dan gue suruh dia toko buku deket rumah si Libby.Hahahah”.
Saat dalam perjalanan gue ketemu sama para banci di perempatan lampu merah. Disana banci itu sedang ngamen,YA….IYALLLAHH. . .! ! ! masa lagi BOKER. Dengan dandanan yang menor,dan hidung yang mancung gak karuan. Dengan cirikhas, banci itu menyanyikan lagu
Aku tak mau
Kalau harus di madu .. . .
Dengan mengggunakan alat musik mereka yaitu”GITAR” dan suaranya yang kayak tangannya ke giles TRUK TRONTON. Banci tersebut semakin dekat . . . semakin dekat.OH TIDAK!!!. Banci itu berdiri tepat di samping gue.
“Ky,lo punya uang receh gak ?” kata gue.
“Punya”, jawab Kiky.”Kita kerjain yuk ..”dengan otak yang dipenuhi pikiran gila.
“jangan… Biarpun banci diakan tetap manusia”,kata gue sok berkhotbah.
“Hallo mba”,kata Kiky.
“Hallo juga”, kata sang banci.”Boleh kita melantunkan lagu dengan nada-nada yang indah ?”,Tanya sang banci.
“OH. Ya silahkan”, kata Kiky yang mukanya mulai kelihatan licik.
Sang banci mulai bernyanyi.
Aku tak mau
kalau harus di madu ...
“Wah,suaranya bagus yaaa”, kata gue yang sebenernya dalam hati gue berkata,”ANJRIT, suaranya kayakorke tangang yang idungnya dijepit pa”.
“Namanya sapa?” gue dengan dodolnya bertanya.
“Nama saya Jenny(nama disamarkan)”, jawab sang banci.
“OOHHHH ….!!!”, balas kami berdua.
Lampu alu lintas belum juga beruah warna menjadi hijau. Kami melanjutkan mengobrol dengan sang banci.
TIBA-TIBA ….
“OH MYGOAT …”, teriak gue.
Mulut Kiky mangap dan dia ketawa.
“IH…Mas lucu deh”, kata sang banci
“Gue di colek ama banci” hati gue berkata.
Kalimat itu terus berputar-putar di kepala gue.
Dalam pikiran gue terbayangkan kalo sang banci tersebut bawa pasukannya ngejar gue sama Kiky. Ternyata Kiky yang ketangkep duluan sama PBSI(Pasukan Banci se-Indonesia). Pertama-tama dia dikeroyok sampe tak sadarkan diri, terus dia di bawa ke markas PBSI untuk di kuliti.
Kiky berkata,”Mungkin ini akhir dari hidup gue. Gue mau nitip pesen sama lo.”
“Apa pesennya?”, Tanya gue.
Kami terlarut dalam kesedihan. . .
“Sebenernya gue suka. … Gue suka sama Molly“, jawab Kiky.
“Molly . . . sapa tuh?”, Tanya gue keheranan.
“peliharaan-nya si Sashi tetangga gue”, jawab Kiky.
“Anjrit Molly anjingnya Sashi”, jawab gue dengan terkejut.
“Selamat tinggal kawan”
“Ki…Ki…Kiky bangun. Lo belum bayar utang ke warung sebelah rumah lo”, teriak gue.
PBSI belum juga jera, mereka masih ngejar gue. Akhirnya gue ketangkep
“Mau kemana kamu. Ha…Ha….”, kata sang banci.
Mereka semakin mendekat.
“Tolong…tolong gue mau di…..AARRGHH !!!”, teriak gue.
“Din …Dino …bangun. Kita udah nyampe di rumah Liby”,sahut Kiky.
“ARRGGHH …!!!”, teriak gue kaget.
“Gue dimana?”,Tanya gue.
“Lo dah nyampe di depan rumah si Libby, dari kita berangkat lo tidur”, jawab Kiky.
“Gue ternyata mimpi”, kata gue.
Dalam hati gue bertanya-tanya”apa si Kiky bener-bener suka ama si Molly ?”.
Biarlah itu menjadi rahasia Kiky. Tapi kalo si Kiky mulai stress gara-gara di tolak mulu ama cewek , terus dia mulai PeDeKaTe sama binatang.
AHH … kasian juga si Kiky kalo dia bener suka ama si Moly.
NB: Ini adalah cerita asli yang di tambah dengan imajinasi…
Bila ada kesamaan tokoh atau apapun itu mohon di maklumi .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar